Ponorogo, 29 Agustus 2024 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ponorogo sukses menyelenggarakan kegiatan pembekalan Magang 2 bagi mahasiswa semester 7. Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan penting sebelum mahasiswa melaksanakan praktik mengajar atau real teaching di berbagai sekolah mitra yang berlangsung selama enam minggu. Kegiatan pembekalan yang diadakan secara online ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris IPA, Tadris IPS, MPI, dan PIAUD. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pembekalan teknis kepada mahasiswa mengenai strategi pembelajaran, manajemen kelas, hingga cara menghadapi tantangan di lapangan saat mengajar di kelas nyata.
Ketua panitia, Ika Rusdiana, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini sangat penting agar mahasiswa siap menghadapi berbagai situasi dan dinamika yang mungkin mereka temui di sekolah. “Magang 2 bukan hanya soal mengajar, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu menerapkan teori yang sudah dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dengan keterampilan teknis yang tepat,” ujarnya. Dalam kegiatan pembekalan ini, para mahasiswa diberikan pemahaman mendalam mengenai penyusunan perangkat pembelajaran, baik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul ajar (MA), metode pembelajaran aktif, teknik evaluasi pembelajaran, serta manajemen kelas. Selain itu, mereka juga dibimbing dalam pengelolaan administrasi pendidikan yang akan menjadi salah satu aspek penting saat mereka terjun ke dunia sekolah. Salah satu narasumber, H. Muhklison Efendi, M.Ag., dosen senior di FTIK, menekankan pentingnya sikap profesionalisme dan etika dalam menjalani tugas sebagai calon guru. “Selain kompetensi pedagogik, mahasiswa harus menanamkan sikap profesional dalam bekerja. Ini termasuk dalam menjaga hubungan baik dengan guru pamong, siswa, serta lingkungan sekolah secara keseluruhan,” jelasnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan terkait kendala-kendala yang mungkin dihadapi di lapangan, seperti mengelola siswa dengan berbagai karakter, memotivasi siswa dalam pembelajaran, hingga penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring. Diskusi yang interaktif ini menambah wawasan bagi para peserta mengenai berbagai tantangan di dunia nyata pendidikan. Salah seorang peserta, Anis Maghfiroh, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, mengungkapkan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini sangat membantunya dalam mempersiapkan diri untuk mengajar di sekolah. “Dengan kegiatan pembekalan ini, saya jadi lebih paham apa yang harus saya persiapkan, mulai dari menyusun perangkat pembelajaran hingga cara mengatasi berbagai masalah di kelas. Ini memberikan saya kepercayaan diri untuk melaksanakan magang,” tuturnya.
Wakil Dekan I FTIK IAIN Ponorogo, Dr. H. Moh. Miftachul Choiri, M.A., menutup kegiatan Bimtek dengan pesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan magang ini untuk mengasah kemampuan mereka sebaik mungkin. “Magang 2 adalah kesempatan emas untuk kalian belajar langsung di lapangan. Jangan takut untuk bertanya dan belajar dari guru-guru pamong. Jadilah pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan siswa,” ucapnya. Dengan kegiatan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo dapat menjalani Magang 2 dengan penuh persiapan dan semangat, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan bermakna bagi para siswa.